Sabtu, 20 September 2014

Berkah Sedekah

Assalamu'alaikum

Selamat sore saudara-saudara yang hebat. Mari sejenak kita merenung tentang sedekah. Sejauh mana keikhlasan kita memberikan apa yang menjadi hak mereka yang Allah titipkan kepada kita. Jangan sampai karena ketamakan kita, akhirnya apa yang menjadi hak mereka itu diambil paksa dengan cara yang pedih dari kita karena kita tidak mau menunaikannya sebagai tamparan agar kita sadar. Itulah yang sering kita sebut dengan kehilangan.


Dahsyatnya berkah dibalik kekuatan sedekah. Seperti kisah nyata yang pernah terjadi di Surabaya. Seorang pedagang nasi dan istrinya tergerak hatinya untuk menyedekahkan seluruh uang, seluruh uang tabungannya yang berjumlah satu juta. Hanya satu juta. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, biaya sekolah anak-anaknya dan lain-lain. Akan tetapi dengan segala keikhlasan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka sangat besar dan sangat berarti karena menyangkut kelangsungan hidup mereka.


Satu minggu berlalu tidak ada jawaban terhadap sedekah yang mereka keluarkan . Dua bulan kemudian mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut adalah satu-satunya cadangan yang mereka punya untuk kelangsungan rumah tangganya. Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangganya, namun suaminya melarang. Tidak lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator katering yang setiap hari dia mendapat order 30 juta Rupiah. Lalu tak lama setelah itu pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak yang jumlahnya sangat banyak.


Sebagai wujud rasa syukur, ia memberangkatkan 13 anggota keluarga besarnya untuk beribadah haji dan sedekah tetap mereka jalankan karena mereka meyakini bahwa rezeki yang mereka dapatkan adalah berkah dari sedekah yang mereka berikan dari cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki itu. Tidak mudah memang bagi siapapun menyedekahkan uang yang begitu dibutuhkan. Tapi kisah pedagang nasi satu ini menjadi bukti bahwa kekuatan sedekah dapat mengangkat harkat, martabat, bahkan menembus langit.


Seperti disebutkan dalam ayat Al-qur'an berikut : " katakanlah, sungguh Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya. Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantikannya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." (QS. Saba 39).

Wassalamu'alaikum

Kesederhanaan

Assalamu'alaikum.

Selamat sore sahabat. Kali ini kita akan membicarakan tentang kesederhanaan yang Saya ambil dari Kang Armand Maulana.


Satu cerita tentang si kaya yang bijaksana. Pak Handoyo namanya. Seorang pengusaha kaya yang selalu mengajarkan keluarganya tentang hidup sederhana. Meski begitu, pergaulan anaknya dengan temannya yang berlatar belakang sama kaya, membuatnya khawatir. Ia takut sang anak akan terpengaruh dengan pemikiran bahwa kekayaan adalah segalanya. Maka ia mencoba memberi pandangan berbeda kepada putranya yang beranjak remaja.


Saat liburan sekolah tiba, ia mengajak anaknya ke desa. Melihat pemandangan pedesaan yang jauh berbeda dengan perkotaan. Sang anak melihat hamparan sawah yang luas dan rumah-rumah penduduk yang seukuran garasi rumahnya. Melihat anaknya terkesima, Pak Handoyo lalu berkata : "lihat nak, rumah-rumah ini jauh lebih kecil dari rumah kita, tapi apakah kamu bisa melihat seberapa kaya mereka?." Sang anak mengangguk lalu menjawab : " iya ayah, kita punya satu anjing mereka punya banyak sapi. Kita punya kolam renang, mereka punya sungai yang besar.  Kita punya lampu antik di rumah, mereka setiap malam bisa melihat bulan dan bintang."
Sang anak lalu melanjutkan : " oh, tidak hanya itu kekayaan mereka. Saat kita membeli bahan makanan, mereka menanam dan memanen sendiri. Aku punya mainan, mereka punya banyak teman. Kita dilindungi dengan pagar yang tinggi dan kokoh, mereka punya tetangga yang saling menyapa. Kita punya tetangga yang punya anak seumuran denganku tapi aku tidak pernah bertemu mereka. Mungkin kita kaya tapi hidup bukan tentang semua kekayaan kita itu."


Sang ayah tersenyum lalu menyimpulkan : " Bukan uang yang membuat kita bahagia tapi kesederhanaan yang mereka  miliki mampu membuat seseorang merasa bahagia. Seperti senyuman, keluarga, sosialisasi, keterbatasan, kerja keras dan solidaritas. Hal itulah yang harus kamu pelajari sejak muda."


Kemapanan memang bisa mencukupi kita. Namun hidup tidak selalu tentang kemapanan. Jangan lupa untuk terus berbagi dan mengasihi. Hidup akan terasa hampa jika kita hanya memikirkan target kerja dan materi tanpa diimbangi dengan tawa bahagia mereka yang kita sayangi.


" Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya". (QS. Al-Isra 30)

Wassalamu'alaikum

Jumat, 22 Agustus 2014

Nasehat Pernikahan


Assalamu'alaikum.
Selamat pagi saudara sekalian, hari ini kita akan ngomongin tentang pernikahan yang Saya ambil dari ceramah Ust. Wijayanto.


Sebagai orangtua, ada kewajiban-kewajiban terhadap anak setelah kita mendidiknya dengan baik, setelah menanamkan akhlak yang baik, setelah mengajarkan aqidah yang benar dan mengajari amal-amal sholeh, maka suatu kewajiban bagi orangtua untuk memilihkan jodoh sampai mengantarkannya ke jenjang pernikahan yang disebut orang jawa dengan darmaning asepuh.
Dan merupakan suatu kebanggan tersendiri mungkin bagi setiap orang tua dapat menyaksikan anaknya berumah tangga. Satu sisi ada kebahagian dan juga penuh keharuan karena biasanya orang yang menikahkan anak disambut dengan tangisan apalagi ketika sungkem yang artinya bahwa si anak sudah siap untuk menikah dan pamit kepada orangtua.  Intinya adalah pernikahan itu sebagai penyempurna dari separuh agama seseorang.

Orang hidup itu bisa selamat dari dua sumber masalah asalkan menjaga dua hal. Pertama, menjaga lisannya. Selamatnya manusia itu karena lisannya (makanan, minuman, perkataan dan cabang-cabangnya termasuk ngerumpi dan gosip). Kedua, menjaga apa yang ada diantara dua paha yaitu menjaga kehormatannya yaitu dengan menikah. Nikah dari kata nakaha yang artinya adalah menggabungkan. Menggabungkan ini hakikatnya bukan menggabungkan individu saja tetapi menggabungkan keluarga. Dalam pernikahan tidak hanya cukup cocok secara personal tetapi harus cocok juga antar keluarga. Makanya, ngelamar orang tidak cukup hanya pesen ke pesen, ketemu di parkiran langsung nikah tidak bisa. Harus dilihat dulu latar belakang keluarganya.
Sebenarnya, orang nikah itu sederhana dalam Islam. Tetapi sering tidak dilakukan malah mencari jalan yang tidak benar. Nikah itu mudah dalam Islam asalkan 5 syarat ini ada maka sebuah pernikahan dianggap sah. Pertama, ada mempelai atau yang menikah dan harus nyata. Yang kedua, ada wali dari pihak perempuan. Karena pernikahan itu mengambil alih. Inilah yang berat, anak-anak setelah menikah harus memikul tanggungjawab. Ketika anak-anak belum menikah, maka surga nerakanya tergantung bapak-ibunya. Tapi begitu sudah menikah tanggungjawab dipikul pihak laki-laki termasuk surga nerakanya istri dan segala dosa-dosanya. Ketiga, harus ada saksi dengan syarat harus sudah dewasa. Yang keempat, ada mahar atau mas kawin. Saya tidak tahu kenapa mahar disebut mas kawin. Mungkin karena yang minta wanita. Jadinya mas, kawin. Hahaha! Yang kelima, ijab-qobul. Perjanjian berat dan suci karena hanya diucapkan tak lebih dari 2 menit tetapi mempertahankannya sangat sulit katanya karena memgambil tanggungjawab dari orangtua istrimu. Ijab-qobul harus dalam satu waktu tidak boleh terlalu lama. Ijab-qobul hanya boleh diulang sebanyak 3 kali. Jika salah harus wudhu. Jika setelah wudhu masih salah,harus di ulangi keesokan harinya, tidak boleh dinikahkan di hari itu.

Dalam Al-qur'an Surat An-Nisa ayat 19 ALLAH SWT berfirman yang artinya : “ Hai orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menghalangi  mereka kawin dan menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. San bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, ( maka bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”


Seorang suami tidak boleh memaksa istri dan tidak boleh menyusahkannya. Apalagi hanya karena materi. Karena dahulu ada kecenderungan suami pengennya galak biar istrinya minta uang belanjanya sedikit. Ini tidak boleh karena suami-istri bukan hubungan transaksional. Tidak boleh suami memberi nafkah tergantung layanan istri. Biasanya 2 juta jadi 1 juta karena masakan istri ga enak misalnya. Dan istri tidak boleh melayani suami tergantung nafkahnya. Biasanya bikin kopi manis tapi berhubung nafkah suami kurang 1 juta jadi bikinin kopinya pahit misalnya. Kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata serupa perbuatan hewan, tidak sholat, sering memukuli, ga ngasih nafkah berturut-turut maka boleh dimarahi, boleh dipisahkan ranjangnya dan istri boleh menolak jika diajak jima'. Hal ini bertujuan untuk pembelajaran. Hubungan suami-istri itu harus wa'ashiruhunna bil ma'ruf supaya saling pengertian termasuk jangan berlebihan dalam bercanda. Kalau tidak suka sama suami atau istrimu, maka bersabarlah karena yang diciptakan Allah pasti membawa manfaat. Allah ciptakan kelebihan di dalam kekurangan dan kekurangan di dalam kelebihan. Itulah tujuan berumah tangga, untuk saling melengkapi.

Menikah tidak cukup hanya dengan modal cinta dan modal fisik. Tetapi harus juga siap secara mental. Dalam pernikahan ada nafkah lahir dan nafkah batin serta harus mengarahkan anak dan istri ke jalan yang benar. Nafkah lahir saja tidak benar, tidak pernah berkumpul nanti malah tidak punya keturunan. Nafkah batin terus juga tidak baik jika tidak diimbangi dengan nafkah lahir. Nanti banyak anak tapi tidak terjamin sandang, papan dan pangannya. Intinya nafkah lahir dan batin harus seimbang.
Orangtua wajib memberi nasehat pernikahan kepada anak sejak baligh bahkan jauh sebelumnya bagaimana cara berumah tangga yang baik. Orangtua harus menunjukkan inilah hubungan suami-istri. Orangtua menjadi figur yang patut ditiru dan inilah dakwah yang paling efektif. Jangan sampai anak tidak mau menikah karena ngelihat rumah tangga orangtuanya yang tidak harmonis. Suami-istri tidak boleh bertengkar di depan anaknya guna memberi pelajaran bahwa beginilah cara berumah tangga yang baik. Karena ada yang ketika bertengkar justru minta dukungan, anaknya dukung bapak atau ibunya. Termasuk dalam hal ini cara memanggil yang baik. Jujur jika menyakitkan hati suami atau istri, maka tidak boleh. Misalnya, istrinya gendut dipanggil brot atau suaminya item dipanggil black. Meskipun itu kenyataan.

Setiap anak harus dibekali ilmu bahwa ketika memilih pasangan dalam untuk dinikahi pilihlah yang bagus agamanya karena inilah yang akan langgeng dan mengikat. Cantik atau tampan bisa luntur, harta yang banyak bisa habis. Biasakan memberi contoh yang baik karena orang baik tidak cukup jika sendiri. Orang baik itu memerlukan lingkungan yang baik. Pastikan kita dan anak kita tidak nyaman jika ingin berbuat tidak baik di rumah kita. Jangan sampai mau mabok saja nungguin bapaknya karena bapaknya tukang mabok. Biasakan hal baik artinya bikin anak Anda tidak enak jika tidak sholat atau membaca Al-qur'an karena Anda rajin sholat dan baca Al-qur'an. Karena sesungguhnya anak iti adalah peniru yang sangat baik. Jadi, jangan salahkan anak jika mereka tumbuh menjadi tidak baik karena Anda memberi contoh yang tidak baik juga.
Jika ada yang menyalahi perjanjian ijab-qobul maka carilah mediator. Tapi jangan pakai pengacara karena pengacara akan membenarkan kliennya dan menyalahkan lawannya. Carilah mediator atau pendamai yang mampu bersikap netral kemudian bisa mengumpulkan keluarga suami dan keluarga istri untuk bermusyawarah agar Allah memberi taufik atau mendamaikan. Ibarat gatal, jangan langsung diamputasi karena amputasi seperti cerai. Dan cerai adalah kata yang jangan pernah ada di antara kita.

Mudah-mudahan kita dan anak-anak kita menjadi sosok yang bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah. Jangan pernah lupa berdoa untuk mereka. Karena bisa jadi anak iti tidak pernah baik karena tidak pernah didoakan orangtuanya dan sebaliknya. Kebanyakan orang hanya berdoa bagaimana supaya kaya tapi tidak pernah berdoa Robbi habli minnassholihin, Ya Allah jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh. Allah tidak akan marah kalau kita tidak punya anak kaya, tidak akan marah jika kita tidak punya anak pejabat. Tapi Allah akan marah jika anak kita tidak punya iman. Tugas seorang ibu menanamkan iman kepada keluarganya dan memberi pemahaman jika ingin menikah harus atas dasar imanku anfusakum wa ahlikum naaro, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Wassalamu'alaikum.

Rabu, 20 Agustus 2014

Potret Negeriku

Sampai manakah kecintaan Anda terhadap Indonesia? Cinta saya kepada Indonesia tidak bisa digambarkan lagi dengan kata-kata. Satu kata “Saya orang Indonesia dan saya bangga”. Ada yang bilang salah satu ciri khas orang Indonesia seneng banget sama hal yang berbau luar negeri. Ada juga yang bilang hidup di negeri ini tidak nyaman karena banyak yang terlalu sembarangan, birokrasi yang semrawut dan tidak tertib. Ada juga yang bilang lebih seneng hidup di luar negeri tapi lebih seneng nyari duit di Indonesia karena segala tempat bisa di jadikan lapak jualan termasuk jalan layang dan bantaran rel kereta api.

Salah satu yang saya banggakan dari orang Indonesia adalah sopan santunnya. Kalau mau berangkat sekolah misalnya, diajarkan untuk cium tangan kedua orangtua. Atau saat lewat di depan orangtua harus mengucap permisi sambil agak membungkukkan badan. Bahkan sampai kentut pun diajarkan untuk tetap sopan. Kalau di Inggris, ketika kentut mereka akan bilang “excuse me”. Di Singapura kalau kentut bilang “forgive me”. Kalau di Indonesia, ketika kentut bilangnya “not me not me”. Hahaha

Salah satu wajah Indonesia adalah ramah tamahnya. Salah satu budaya orang timur yang hampir hilang. Ada juga budaya Indonesia yang khas adalah ketika ulangtahun disiram air, dilempar telor, di guyur tepung habis itu minta ditraktir padahal ngasih kado saja ga. Dan ini hanya ada di Indonesia barangkali. Indonesia juga penuh dengan keramahtamahan yang membuat orang bule seneng datang ke negeri ini. Ada juga yang ngomong orang Indonesia ga bisa diem, pengen nyapa semua orang. Murah senyum karena ga mudeng waktu diajak ngobrol pake bahasa mereka. Mungkin ini juga yang disebut ramah oleh orang bule.

Apa yang tidak ada di Indonesia? Semua komplit. Suku-suku semua ada dari yang item sampai yang putih. Bahasa juga beraneka ragam. Pulau-pulau pun banyak, dari yang dikelililingi pantai sampai yang dikelilingi pedadang kaya pulo gadung. Halah!!!
Tapi satu hal, tinggal di Indonesia itu menyenangkan. Semuanya “gampang”. Nyari kerja gampang asal punya “koneksi” yang luas, masalah pinter atau ga nomor sekian. Di Indonesia juga banyak calo, jadi urusan akan lebih “gampang”. Indonesia adalah negara yang gampang. Gampang kemalingan. Nyatanya banyak hasil alam yang dicuri pihak asing. Dan anehnya kita semua tidak sadar atau tidak tahu dan tidak mau tahu. Seharusnya kita bisa tegas atas aturan yang dibuat jika aturan itu dilanggar.
Orang Indonesia itu seneng banget sama yang namanya basa-basi. Sesuatu yang tidak penting sebenarnya karena biasanya tidak ada isinya. Kita itu tidak pernah tampil apa adanya karena terlalu banyak basi-basi atau penghormatan yang berlebihan terhadap sesuatu. Sesungguhnya nenek moyang bangsa kita telah banyak mengajarkan nilai-nilai luhur kepada kita. Yang namanya budaya tolong-menolong, musyawarah untuk mufakat, ramah-tamah itu semua diajarkan mereka. Dan sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai di masyarakat. Ada yang ngomong korupsi itu telah menjadi budaya tapi sebenarnya dibudidayakan agar terus terjaga. Satu lagi hal yang sudah menjadi budaya adalah jam karet alias telat. Ada juga budaya “cuci tangan” khususnya para pejabat yang kena masalah.

Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa tidak semata-mata Tuhan melahirkan kita di suatu tempat melainkan ada tugas di sana. Paling tidak kita melestarikan budaya, membangun ekonomi bersama dan saling menghargai dalam keberagamanan. Membangun Indonesia tidak cukup hanya dengan cinta dan kata-kata tapi kita perlu bekerja dalam karya nyata. Bangunlah para pemuda,tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah bangsa yang luar biasa.

Di sosial media pernah ada kicauan begini, masih TK disodomi, SD di cabuli dan dipukuli, SMP bikim video mesum, SMA tawuran, kuliah dipelonco sampai mati. Dikasih kerja korupsi tak henti-henti. Mau kemana negeri ini? Bukan salah rumah jika berdebu tapi salah penghuninya yang tidak mau menyapu. Bukan.salah negeri ini bila bobrok tapi salah penghuninya yang bermental jorok. Sinar matahari masih bersinar dan masih akan cerah di negeri ini jika masih seperti lirik yang ditulis Ismail Marzuki, Indonesia Pusaka yang 2 bait liriknya sering terhapus.

Sungguh indah tanah air beta
tiada bandingannya di dunia
karya indah Tuhan Mang Maha Kuasa
bagi bangsa yang memuja-Nya.
Indonesia, ibu pertiwi
kau ku puja kau ku kasihi.
Tenagaku bahkan pun jiwaku rela kuberi.

Ku beri dengan cara sederhana. Seperti lirik lagu Ebie G.Ade begini, Tuhan ada di sini, di jiwa ini, di negeri ini. Berusahalah agar DIA tersenyum dengan cara yang sederhana pula. Berhenti menebar kebencian, berhenti menebar amarah dan petaka. Di sini, di tanah air beta,Indonesia.

Pekerjaan yang hilang

Ada banyak profesi atau pekerjaan yang sudah kehilangan tempat karena digerus oleh jaman. Seperti tukang gulali, tukang harum manis, tukang abu gosok, tukang patri keliling, tukang foto keliling dan tukang-tukang yang lainnya atau telepon umum. Tapi sebenarnya bukan hilang tapi sudah digantikan dengan kemasan yang lebih praktis, lebih higienis. Salah satu penyebabnya mungkin karena hilangnya kepercayaan masyarakat. Karena terlalu sering kita lihat di televisi pedagang keliling yang menggunakan bahan-bahan yang seharusnya tidak untuk dikonsumsi tapi dicampurkan ke dalam makanan. Untuk melestarikan ini bisa dengan menampung mereka dalam satu wadah seperti koperasi atau home industry. Tapi alasan yang pasti kenapa pedagang keliling ini mulai hilang adalah karena masyarakat sudah mulai bertransisi menuju modern dan masyarakat modern lebih suka hal yang lebih praktis meskipun harganya agak mahalan.

Meskipun hari ini, produk-produk pedagang keliling itu banyak tersedia di toko-toko modern, tapi sebenarnya akan jauh lebih murah jika membeli langsung dari tukangnya sendiri karena ketika masuk ke toko-toko itu harganya bisa jadi berlipat-lipat. Padahal seharusnya dengan adanya minimarket tersebut mampu menghidupkan daerah sekelilingnya terutama pedagang keliling seperti ini. Dengan produk jualan yang sama kan bisa minimarket atau toko modern mengambil dari mereka. Di negara maju, pedagang keliling ini mendapat tempat khusus dan sudah diatur dengan tertib. Meskipun banyak profesi yang akan terus menghilang, jangan khawatir karena pasti akan banyak profesi baru di kemudian hari. Tapi untuk Indonesia yang penduduknya banyak tidak akan bisa jika semuanya digantikan oleh mesin. Makanya harus ada pekerjaan yang sifatnya padat karya seperti industri rumahan yang banyak menyerap tenaga kerja manusia.

Mungkin tidak pernah terpikir bagi pemahat prasasti di atas batu di masa lalu bahwa akan ada smartphone yang dapat mengetik dengan mudah dari tempat mengetik dan dalam waktu sekejap sudah terbaca di seluruh dunia. Dan juga mungkin anak sekarang tidak bisa membayangkan kalau harus menulis di atas batu 140 karakter sms. Roda terus berputar dan tehnologi membuat perputaran semakin cepat. Menurut analisis, akan ada 10 profesi yang hilang 16 tahun lagi. Teller bank sekarang sudah mulai diganyikan oleh mesin ATM. Kasir dalam waktu dekat sudah ada lebih dari setengan juta mesin layanan mandiri pengganti kasir. Reseptionis akan digantikan oleh virtual receptionis dan sekarang sedang di uji coba. Tukang pos pasti akan hilang karena email dan surat elektronik tidak butuh mereka. Juru ketik juga akan hilang karena sekarang sedang dikembangkan sistem mengetik cukup dengan mengenal suara san langsung terketik. Reporter juga akan hilang karena layanan blog dan media online.

Jadi benar kata Ariel peterpan “ tak ada yang abadi.” Tetaplah ke depan jangan berpangku tangan dan belajarlah dari lirik sederhana Dewa 19 “ hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti, usah kau menangisi hari kemarin”. Tapi ingat, kamu tidak akan pernah tergerus jaman, tak.akan terganti mesin bila di manapun  membawa dan selalu membawa 3 kunci dunia dan mata uang dunia yang berlaku di manapun. Tak akan ada mesin yang mempunyai ini, HATI NURANI , CINTA dan KEJUJURAN.

Senin, 18 Agustus 2014

Rok ok

Rokok selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Karena sampai saat ini banyak sekali kasus kematian yang disebabkan karena rokok. Tapi ada juga yang hidupnya bergantung dari barang satu ini. Ada yang bilang begini, merokok itu tidak memberi manfaat karena ngerokok itu sama saja kayak nyayangin pacar orang, nyakitin tapi tetep aja kita lakuin. Ngerokok juga sama kayak buang-buang energi untuk sesuatu hal yang sia-sia. Ngerokok itu bukan saja nyakitin diri sendiri tapi juga bisa nyakitin oranglain secara fisik dan psikis. Secara fisik kita tahu penyakit apa saja yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan ngerokok. Secara psikis juga rokok bisa bikin hancur rumah tangga. Misalnya begini, ketika sepasang suami istri makan malam dan si istri ngajakin pulang si suami ngejawab ntar deh sebatang lagi. Si istri nyeletuk, rokok aja yang bisa membunuhmu kamu sayang-sayang, aku yang menyayangimu sudah g pernah kamu sayang. Kan ujung-ujungnya ribut kalau udah gini. Tapi sebahaya-bahayanya rokok masih lebih bahaya kentut. Kalau rokok itu sudah pasti membunuh secara perlahan dan terang-terangan kalau kentut iti lebih kejam dari pada membunuh apalagi kalau kentutnya tidak berbunyi. Kentut yang tidak berbunyi biasanya menimbulkan fitnah dan fitnah itu kan lebih kejam daripada pembunuhan. Tapi bisa jadi bahan renungan begini “ Jika kentut di depan orang banyak kita malu, masa ngerokok di depan orang kita ga malu?”.

Tapi, menurut penelitian terbaru rokok itu bisa membunuh kanker. Dan itu yang tidak pernah dibahas selama ini. Jadi begini, orang ngerokok bisa terkena kanker terus meninggal dan otomatis kankernya pun akan ikut habis. Rokok itu  dilarang karena asapnya. Lalu bagaimana dengan tukang sate yang asapnya lebih banyak? Mungkin karena tukang sate ga ada yang keluar masuk angkot kayak perokok yang ga punya etika. Sebenarnya zat dalam rokok yang bikin ketagihan itu bukan nikotin tapi 'tar'. Tar habis makan satu batang, tar habis minum satu lagi, tar habis mandi satu lagi.hahaha
Ada satu cara bagaimana menutup pabrik rokok tanpa bikin pegawainya protes yaitu dengan menutup pabrik korek api. Coba kalau kita punya rokok tapi ga ada korek itu paling menyebalkan bagi kebanyakan perokok. Tapi sebenarnya asap rokok bukanlah asap yang berbahaya jika dibandingkan dengan asap obat nyamuk bakar. Tapi kenapa ga ada yang protes sama hal yang satu ini. Intinya keduanya tidak baik untuk kesehatan.
Kenapa sosialisasi bahaya merokok tidak mendapat respon baik dari masyarakat karena sudah biasa sekali semua panca indera kita dikepung dengan asap rokok yang dimulai sejak masa remaja bahkan dari anak-anak. Bagi sebagian orang ngerokok itu jadi bukti kalau dirinya sudah dewasa, bisa melawan peraturan, ngerasa jantan, bisa menarik lawan jenis dsb. Orang ngerokok itu selalu punya pembelaan begini ketika ditanya apa sih enaknya ngerokok “ justru itu gua ga tahu enaknya dimana, makanya gua ngerokok terus.”

Banyak buku pengetahuan yang menyebutkan jika ngerokok itu tidak akan sakit-sakitan ketika tua karena mati muda. Atau rumahnya bebas maling karena biasanya perokok itu punya penyakit bengek atau batuk yang membuat maling mikir kalau rumah itu ada orangnya. Atau dalam kasus lain perokok tidak akan dikejar anjing karena ga kuat lari jadi langsung digigit. Masih mau ngerokok? Tapi hampir semua negara perekonomiannya ditopang oleh cukai rokok. Di Indonesia sendiri, pemerintah meraup 80 triliun tiap tahun hanya dari rokok. Pertanyaannya begini, lebih besar mana pendapatan negara dari cukai rokok dengan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan pemerintah untuk masyarakat? Ada juga sebuah studi yang mengatakan Indonesia bakal bangkrut jika tidak ada pendapatan dari cukai rokok. Menurut saya terlalu berlebihan. Indonesia ini kan kaya, jadi masih banyak komoditi lain yang bisa dijadikan sumber pendapatan negara jika digarap dengan serius. Tapi Saya membayangkan betapa bersihnya udara tanpa rokok. Dan seharusnya pemerintah itu tidak melarang rokok. Karena ingat, sesuatu yang dilarang justru yang paling sering dilanggar atau dicari. Tapi pasti ada banyak kepentingan pemerintah dibalik pelarangan ini. Entah politik maupun bisnis.

Berhenti merokok itu bukan masalah kecanduan nikotin atau tarnya. Tapi masalah kebiasaan saja. Jadi hilangkan kebiasaannya dulu. Ada banyak cara membatasi rokok. Pertama, harga rokok dibikin mahal seperti di luar negeri. Karena di Indonesia harga rokok termasuk murah. Kedua, dijual terbatas dan tempatnya ga banyak. Sekarang gampang banget ngedapetin rokok di Indonesia. Tiap meter ada mulai dari toko, mini market, mall sampai pengecer. Yang ketiga, pengawasan usia harus diperketat. Toko harus berani menolak pembeli dibawah umur meski pun disuruh orangtuanya atau siapalah. Jangan ada pedagang rokok di area sekolah baik di dalam dan di luar gedung sebagai bahan edukasi bahwa tempat pendidikan harus steril dari asap rokok.

Faktanya, biaya pemerintah untuk kesehatan masyarakat lebih besar dari pendapatan pemerintah lewat cukai rokok yaitu 250 triliun banding 80 triliun pertahun. Jadi lebih berat bebannya dan sudah seberat itu pun masih harus ada 500 orang Indonesia mati karena rokok setiap harinya. Ada yang mengatakan hal ini menyangkut nasib petani tembakau kita yang akan dirugikan. Nyatanya import tembakau Indonesia lebih tinggi daripada ekspor. Ekspor tembakau Indonesia mencapai ribuan ton pertahun sementara produksi dalam negeri hanya 2,7 ton. Jadi, sebenarnya yang berkepentingan adalah luar negeri daripada Indonesia sebagai pangsa pasar yang menggiurkan. Data di Indonesia mencatat, anak usia 15-19 tahun 43% adalah perokok dan mulai belajar merokok dari usia 10-14 tahun.

Merokoklah silahkan tapi jangan merugikan orang lain dengan cara hisaplah, karena merokok bagi sebagian orang didengungkan sebagai hak. Tapi mendapatkan udara yang bersih dari tar, karbonmonoksida dan nikotin serta penyebab kanker jauh di atas itu semua. Itu adalah hak asasi manusia. Jadi, kalau tak ingin cepat hembuskan nafas pikirkanlah untuk berhenti sekarang juga menghembuskan asap rokok. Seperti kata Pak Tekle “matikan rokok sebelum rokok mematikan Anda.”

Kamis, 14 Agustus 2014

Emansipasi???

Buat para wanita, kaum feminis selalu bilang susah jadi wanita karena melihat peraturan di bawah ini saja :

1. Wanita auratnya susah dijaga atau lebih banyak ketimbang laki-laki.
2. Wanita harus meminta ijin dari suaminya jika ingin keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita jika menjadi saksi tidak kuat atau kurang sebanding dengan laki-laki.
4. Wanita mendapat hak waris lebih sedikit drpd laki-laki.
5. Wanita harus mengandung dan melahirkan.
6. Wanita wajib taat pada suaminya tapi suami tidak wajib taat pada isterinya.
7. Talak ada di tangan suami bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadah karena adanya haid dan nifas yang tidak ada pada laki-laki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk ”memerdekan wanita atau persamaan hak dan kewajiban atau apalah itu sebutannya”.
Pernahkah kalian lihat yang sebenarnya? Jika belum,sempatkan dan renungkan.

1. Benda yang mahal harganya pasti akan dijaga dan disimpan di tempat terindah dan teraman serta terbaik. Sudah pasti jika intan tidak akan ditaruh sembarangan bukan? Itulah ibaratnya wanita.

2. Wanita perlu taat pada suami. Tapi tahukah bahwa laki-laki wajib taat pada ibunya 3x lebih utama dari bapaknya?
3. Tahukah kalian jika laki-laki yang menjadi suamimu harus menanggung semua dosa-dosamu?
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit. Tetapi tahukah harta warisan yang ia dapat adalah milik pribadinya dan tak perlu dibagi kepada suaminya. Sementara laki-laki jika dapat warisan ia wajib atau perlu menggunakan harta itu untuk keperluan isteri dan anaknya.
5. Wanita perlu mengandung dan melahirkan anak. Tetapi tahukah bahwa setiap saat wanita itu di doakan oleh segala malaikat dan seluruh makhluk Allah yang ada di muka bumi. Dan tahukah jika wanita meninggal karena melahirkan adalah mati syahid dan surga adalah jaminannya?
6. Di akhirat kelak, seorang laki-laki akan dimintai pertanggungjawaban atas 4 wanita. Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggungjawab terhadapnya akan ditanggung oleh 4 orang laki-laki. Suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya, dan saudara laki-lakinya.
7. Seorang wanita boleh memasuki surga dari pintu mana saja cukup dengan 4 syarat. Sholat 5 waktu yang terjaga, puasa di bulan Ramadhan, taat pada suami, dan menjaga kehormatannya.
8. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah,sementara bagi wanita jika taat pada suaminya serta menjalankan tanggungjawannya kepada Allah, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang yang berperang di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.


Subhanallah. Begitu sayangnya Allah pada wanita!!!
Kelemahan wanita itu adalah “ wanita selalu lupa betapa berharganya dirinya.”