Kamis, 31 Juli 2014

Bidadari Surga

Ibnu Al-Qayyim menawan hati para pendengar dengan ucapannya ketika dia menggambarkan sosok bidadari di dalam surga sebagai berikut:

Jika engkau bertanya tentang para bidadari, maka ketahuilah bahwasanya mereka adalah gadis-gadis remaja yang sebaya. Di dalam diri mereka mengalir gairah dara muda. Pipi mereka seindah mawar dan buah apel. Tubuh mereka padat bagaikan buah delima. Tutur kata yang keluar dari bibir mereka bagaikan batu-batu permata yang teruntai. Kelembutan dan gemulainya sangat mempesonakan. Jika tersenyum, giginya bersinar bagai sinar petir. Ketika bertemu kekasihnya, maka keduanya bagai matahari dan bulan.

Jika berbicara dengan kekasihnya, maka bagaimanakah bayanganmu ketika dua kekasih saling berbicara?. Ketika memeluk kekasihnya, maka dapat kamu bayangkan ketika dua dahan sedang berpelukan?. Keindahan badannya dapat dilihat dari pipinya, seperti keindahan cermin dapat dilihat kemilaunya. Betisnya sangat mempesonakan, dagingnya dapat terlihat karena tidak terhalangi oleh kulit, tulang dan perhiasannya.

Andaikata bidadari menampilkan diri di dunia, maka bau harumnya akan semerbak antara langit dan bumi dan mulut setiap orang akan mengucapkan kalimat tahlil, tasbih dan takbir karena tertegun oleh keindahannya. Keindahan yang akan memperindah timur dan barat, keindahan yang akan menutup mata orang dari melihat yang lain. Sinar wajahnya akan meredupkan sinar matahari, seperti cahaya matahari meredupkan cahaya bulan. Tudung yang menutupi kepalanya lebih bagus dari dunia seisinya. Keinginannya untuk menemui kekasihnya merupakan idola utama.

Dengan bertambahnya masa, tingginya tidak bertambah kecuali makin memperindah dan mempercantik. Makin bertambahnya masa, maka rasa kecintaan dan kecenderungannya kepada kekasihnya makin bertambah. Dia terbebas dari mengandung, beranak, haid dan nifas. Dia suci dari ingus, ludah kering, berak dan seluruh kekotoran. Keremajaannya tidak pernah berkurang. Pakaiannya tidak pernah lusuh. Kecantikannya tidak pernah pudar. Keharuman baunya tidak pernah sirna. Pandangan matanya hanya ditujukan bagi kekasihnya bukan untuk yang lain, demikian pula kekasihnya.

Jika dipandang ia menyenangkan hati yang memandangnya. Jika disuruh maka ia taat. Jika ditinggal pergi maka ia menjaga kepercayaan kekasihnya dan kesucian dirinya. Dia belum pernah disentuh oleh manusia atau jin sebelumnya. Setiap kali kekasihnya memandangnya, maka hatinya bergembira. Setiap kali berbicara denganny, maka telinganya terasa sejuk oleh keindahan tutur katanya.

Jika dia tampil, maka cahayanya memenuhi istana dan kamarnya. Jika engkau bertanya tentang usianya, usianya sama dengan gadis remaja yang sebaya. Jika engku bertanya tentang kecantikannya, kecantikannya setara dengan matahari dan bulan. Jika engkau bertanya tentang matanya, matanya berwarna hitam dan putih bola matanya sangat mempesona.

Jika engkau bertanya tentang lekuk tubuhnya, maka engkau lihat bagai keindahan dahan pepohonan. Jika engkau bertanya tentang kemolekan tubuhnya, maka bagai gadis remaja dan kelembutan kulitnya bagai buah delima. Jika engkau bertanya tentang warna kulitnya, maka bagai batu permata yaqut dan marjan. Jika engkau tanya tentang senyumannya, maka dapat engkau bayangkan betapa mempesonanya ketika seorang bidadari tersenyum kepada kekasihnya di dalam surga.

Jika dia berpindah dari satu kamar ke kamar yang lain, dia bagaikan matahari yang berpindah-pindah. Jika ia berkencan dengan kekasihnya, maka dapat kamu bayangkan betapa mesranya hubungan keduanya. Jika ia berpelukan dengan kekasihnya, maka bisa kamu bayangkan betapa nikmatnya antara keduanya.

Pembicaraannya mempesonakan dan lugu bagai seorang yang tidak pernah berbuat salah. Meskipun telah sangat lama duduk dengannya, tetapi masih dirasa kurang oleh teman duduknya. Jika dia bersenandung,maka betapa merdu suaranya.

Jika engkau menciumnya, maka engkau rasa tidak ada yang lebih menyenangkan dari ciuman itu. Jika dia memberimu sesuatu, maka tidak ada yang lebih lezat san lebih menyenangkan dari pada pemberiannya.

Subhanallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar