Beberapa tahun lalu sempat terpikir oleh saya untuk membuat suatu terobosan yang memberi manfaat bagi banyak orang.Berangkat dari keprihatinan saya karena banyaknya orang di kampung saya yang tidak bisa menyalurkan hajatnya dengan baik ketika musim kemarau tiba.Terlebih lagi saat satu-satunya sungai yang mengaliri desa saya itu harus kering airnya.Maklumlah sungai itu memang multi fungsi bagi sebagian warga terutama mereka yang tidak dan belum punya toilet pribadi.Lalu di mana mereka membuang hajat saat kemarau panjang?
Di sawah.Ada juga yang tetap membuangnya di sungai kering itu.Dan hasilnya,benar-benar pemandangan yang menjijikkan.Nah,kok ngomongin beginian?
Maaf sebelumnya,ide ini g jauh-jauh dari cerita tadi.Dari keprihatinan itu dan rasa ingin membantu mereka itulah,ide konyol ini muncul.Begini selengkapnya:
Tiba-tiba saja muncul di benak saya untuk memanfaatkan situasi ini.Ya, semacam simbiosis mutualisme lah.Mereka bisa leluasa buang hajat dengan baik dan saya dapat untung.Apa ide konyol itu?
Jawabnya adalah Bisnis WC umum murah meriah.Hanya dikenakan biaya Rp.1.000 sekali pakai.Asumsi awalnya begini, jika dalam suatu desa ada 1.000 jiwa dan 200 jiwa diantaranya tidak punya wc pribadi,dan setengahnya dalam sehari buang hajat,akan di dapat hasil kali sebagai berikut:
100×1000=100.000
itu jika anda punya satu wc umum di satu desa.Bayangkan jika Anda punya banyak cabang di setiap desa dalam satu kecamatan.Wah,silahkan hitung sendiri berapa keuntungan yang di dapat.Dan selamat menyandang predikat juragan wc umum.
Anda berminat?
Wkwkwkwkwk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar