Sampai manakah kecintaan Anda terhadap Indonesia? Cinta saya kepada Indonesia tidak bisa digambarkan lagi dengan kata-kata. Satu kata “Saya orang Indonesia dan saya bangga”. Ada yang bilang salah satu ciri khas orang Indonesia seneng banget sama hal yang berbau luar negeri. Ada juga yang bilang hidup di negeri ini tidak nyaman karena banyak yang terlalu sembarangan, birokrasi yang semrawut dan tidak tertib. Ada juga yang bilang lebih seneng hidup di luar negeri tapi lebih seneng nyari duit di Indonesia karena segala tempat bisa di jadikan lapak jualan termasuk jalan layang dan bantaran rel kereta api.
Salah satu yang saya banggakan dari orang Indonesia adalah sopan santunnya. Kalau mau berangkat sekolah misalnya, diajarkan untuk cium tangan kedua orangtua. Atau saat lewat di depan orangtua harus mengucap permisi sambil agak membungkukkan badan. Bahkan sampai kentut pun diajarkan untuk tetap sopan. Kalau di Inggris, ketika kentut mereka akan bilang “excuse me”. Di Singapura kalau kentut bilang “forgive me”. Kalau di Indonesia, ketika kentut bilangnya “not me not me”. Hahaha
Salah satu wajah Indonesia adalah ramah tamahnya. Salah satu budaya orang timur yang hampir hilang. Ada juga budaya Indonesia yang khas adalah ketika ulangtahun disiram air, dilempar telor, di guyur tepung habis itu minta ditraktir padahal ngasih kado saja ga. Dan ini hanya ada di Indonesia barangkali. Indonesia juga penuh dengan keramahtamahan yang membuat orang bule seneng datang ke negeri ini. Ada juga yang ngomong orang Indonesia ga bisa diem, pengen nyapa semua orang. Murah senyum karena ga mudeng waktu diajak ngobrol pake bahasa mereka. Mungkin ini juga yang disebut ramah oleh orang bule.
Apa yang tidak ada di Indonesia? Semua komplit. Suku-suku semua ada dari yang item sampai yang putih. Bahasa juga beraneka ragam. Pulau-pulau pun banyak, dari yang dikelililingi pantai sampai yang dikelilingi pedadang kaya pulo gadung. Halah!!!
Tapi satu hal, tinggal di Indonesia itu menyenangkan. Semuanya “gampang”. Nyari kerja gampang asal punya “koneksi” yang luas, masalah pinter atau ga nomor sekian. Di Indonesia juga banyak calo, jadi urusan akan lebih “gampang”. Indonesia adalah negara yang gampang. Gampang kemalingan. Nyatanya banyak hasil alam yang dicuri pihak asing. Dan anehnya kita semua tidak sadar atau tidak tahu dan tidak mau tahu. Seharusnya kita bisa tegas atas aturan yang dibuat jika aturan itu dilanggar.
Orang Indonesia itu seneng banget sama yang namanya basa-basi. Sesuatu yang tidak penting sebenarnya karena biasanya tidak ada isinya. Kita itu tidak pernah tampil apa adanya karena terlalu banyak basi-basi atau penghormatan yang berlebihan terhadap sesuatu. Sesungguhnya nenek moyang bangsa kita telah banyak mengajarkan nilai-nilai luhur kepada kita. Yang namanya budaya tolong-menolong, musyawarah untuk mufakat, ramah-tamah itu semua diajarkan mereka. Dan sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai di masyarakat. Ada yang ngomong korupsi itu telah menjadi budaya tapi sebenarnya dibudidayakan agar terus terjaga. Satu lagi hal yang sudah menjadi budaya adalah jam karet alias telat. Ada juga budaya “cuci tangan” khususnya para pejabat yang kena masalah.
Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa tidak semata-mata Tuhan melahirkan kita di suatu tempat melainkan ada tugas di sana. Paling tidak kita melestarikan budaya, membangun ekonomi bersama dan saling menghargai dalam keberagamanan. Membangun Indonesia tidak cukup hanya dengan cinta dan kata-kata tapi kita perlu bekerja dalam karya nyata. Bangunlah para pemuda,tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah bangsa yang luar biasa.
Di sosial media pernah ada kicauan begini, masih TK disodomi, SD di cabuli dan dipukuli, SMP bikim video mesum, SMA tawuran, kuliah dipelonco sampai mati. Dikasih kerja korupsi tak henti-henti. Mau kemana negeri ini? Bukan salah rumah jika berdebu tapi salah penghuninya yang tidak mau menyapu. Bukan.salah negeri ini bila bobrok tapi salah penghuninya yang bermental jorok. Sinar matahari masih bersinar dan masih akan cerah di negeri ini jika masih seperti lirik yang ditulis Ismail Marzuki, Indonesia Pusaka yang 2 bait liriknya sering terhapus.
Sungguh indah tanah air beta
tiada bandingannya di dunia
karya indah Tuhan Mang Maha Kuasa
bagi bangsa yang memuja-Nya.
Indonesia, ibu pertiwi
kau ku puja kau ku kasihi.
Tenagaku bahkan pun jiwaku rela kuberi.
Ku beri dengan cara sederhana. Seperti lirik lagu Ebie G.Ade begini, Tuhan ada di sini, di jiwa ini, di negeri ini. Berusahalah agar DIA tersenyum dengan cara yang sederhana pula. Berhenti menebar kebencian, berhenti menebar amarah dan petaka. Di sini, di tanah air beta,Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar