Assalamu'alaikum
Selamat sore saudara-saudara yang hebat. Mari sejenak kita merenung tentang sedekah. Sejauh mana keikhlasan kita memberikan apa yang menjadi hak mereka yang Allah titipkan kepada kita. Jangan sampai karena ketamakan kita, akhirnya apa yang menjadi hak mereka itu diambil paksa dengan cara yang pedih dari kita karena kita tidak mau menunaikannya sebagai tamparan agar kita sadar. Itulah yang sering kita sebut dengan kehilangan.
Dahsyatnya berkah dibalik kekuatan sedekah. Seperti kisah nyata yang pernah terjadi di Surabaya. Seorang pedagang nasi dan istrinya tergerak hatinya untuk menyedekahkan seluruh uang, seluruh uang tabungannya yang berjumlah satu juta. Hanya satu juta. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, biaya sekolah anak-anaknya dan lain-lain. Akan tetapi dengan segala keikhlasan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka sangat besar dan sangat berarti karena menyangkut kelangsungan hidup mereka.
Satu minggu berlalu tidak ada jawaban terhadap sedekah yang mereka keluarkan . Dua bulan kemudian mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut adalah satu-satunya cadangan yang mereka punya untuk kelangsungan rumah tangganya. Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangganya, namun suaminya melarang. Tidak lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator katering yang setiap hari dia mendapat order 30 juta Rupiah. Lalu tak lama setelah itu pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak yang jumlahnya sangat banyak.
Sebagai wujud rasa syukur, ia memberangkatkan 13 anggota keluarga besarnya untuk beribadah haji dan sedekah tetap mereka jalankan karena mereka meyakini bahwa rezeki yang mereka dapatkan adalah berkah dari sedekah yang mereka berikan dari cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki itu. Tidak mudah memang bagi siapapun menyedekahkan uang yang begitu dibutuhkan. Tapi kisah pedagang nasi satu ini menjadi bukti bahwa kekuatan sedekah dapat mengangkat harkat, martabat, bahkan menembus langit.
Seperti disebutkan dalam ayat Al-qur'an berikut : " katakanlah, sungguh Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya. Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantikannya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." (QS. Saba 39).
Wassalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar