Minggu, 21 September 2014

Ibadah

Assalamu'alaikum

Berikut ini akan saya share tentang jenis manusia dalam melakukan ibadah. Kita termasuk yang mana? Tanyakan pada diri kita masing-masing.
Ibnu Sina, seorang ahli fiqih dan tasawuf membagi tiga jenis motivasi manusia dalam melakukan ibadah.


Yang pertama, jenis manusia yang beribadah karena mengharapkan masuk surga. Orang jenis ini  ibadahnya seperti pedagang. Selalu main hitung-hitungan untung dan rugi. Biasanya sering terkena penyakit riya' , sum'ah dan takabur karena ingin dipuji orang lain.


Yang kedua, jenis manusia yang ibadahnya karena takut masuk neraka. Orang seperti ini seperti budak. Capek dalam beribadah karena terjebak dalam ibadah yang bersifat rutinitas dan ritual demi gugurnya sebuah kewajiban.


Yang ketiga, jenis manusia yang beribadah karena mengharap ridho Allah SWT. Ruku'nya, sujudnya, i'tikafnya, tadarusnya hanya mengharap ridho Allah SWT dengan cinta. Jika semuanya dikerjakan dengan cinta maka tidak akan terasa apa-apa.


Robi'ah Al Adawiyah dalam setiap sujudnya, sajadahnya selalu basah dengan tetesan airmatanya. Bibirnya tidak pernah kering dari berdzikir kepada Allah SWT. Dalam doanya ia berkata : "Ya Allah, jika ibadahku ini karena aku takut masuk ke dalam neraka, maka masukkanlah aku ke dalamnya sekarang juga. Jika ibadahku karena mengharap surga-Mu, maka kunci saja pintunya. Bukan karena itu Ya Allah, ibadahku ini karena aku cinta padamu Ya Allah."


Ujian Ramadhan justru terlihat setelah Ramadhan berlalu. Puasa adalah taat syari'at, kalau kian taat setelah Ramadhan berarti Ramadhan kita sukses. Kalau tidak ada dampaknya berarti kita merugi karena kita hanya mendapatkan lapar dan haus. Kalau setelah Ramadhan menjadi bertambah buruk, berarti kita celaka dan apes. Terhadap perilaku kita di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan, tanyakan pada diri kita pada nurani kita hal mana yang kita tuju? Sorotan mata orang lain atau sorotan mata Tuhan.


Apapun tujuan serta maksud Anda untuk menjadi lebih baik itu terserah pribadi masing-masing. Namun, selama itu mampu menginspirasi dan menjadikan manfaat untuk orang lain di sekitar Anda, maka lakukanlah. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.

Wassalamu'alaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar